Senin, 21 November 2011
In:
tawa-tiwi
Pinjam Korannya dong...
Suatu hari ada seorang pemuda penjual koran di pinggir jalan. Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak dengan pakaian rapi layaknya pekerja kantoran datang. Pikir pemuda itu, pasti bapak itu akan membeli koran. Tapi ternyata...
"Mas, pinjem korannya dong!" kata bapak itu.
Tentu aja si pemuda kecewa kemudian menanggapi, "Heleh, tampilan pegawai kantoran masa' pinjem koran?! Beli dong!"
"Emangnya siapa yang pegawai kantoran? Saya ini kan mau nglamar kerjaan, ya cari lowongan dulu di koran."
"Enak bener?? Gak boleh..gak boleh!"
"Dasar pelit!" kata bapak itu.
Sebelum bapak itu beranjak pergi, datanglah seorang wanita yang masih sebaya dengan si penjual koran. Si wanita itu berkata, "Mas, pinjem korannya dong!"
Perempuan cakep. Begitulah batin si pemuda. Tak perlu berlama-lama lagi, si pemuda itu langsung memberikan korannya.
Eeh, tak disangka-sangka si perempuan itu mengelap alas sepatunya yang kotor dengan koran pinjamannya. Dan tanpa rasa berdosa perempuan itu melenggang pergi. Kontan aja si bapak tertawa terbahak-bahak di atas penderitaan si penjual koran.
"Mas, pinjem korannya dong!" kata bapak itu.
Tentu aja si pemuda kecewa kemudian menanggapi, "Heleh, tampilan pegawai kantoran masa' pinjem koran?! Beli dong!"
"Emangnya siapa yang pegawai kantoran? Saya ini kan mau nglamar kerjaan, ya cari lowongan dulu di koran."
"Enak bener?? Gak boleh..gak boleh!"
"Dasar pelit!" kata bapak itu.
Sebelum bapak itu beranjak pergi, datanglah seorang wanita yang masih sebaya dengan si penjual koran. Si wanita itu berkata, "Mas, pinjem korannya dong!"
Perempuan cakep. Begitulah batin si pemuda. Tak perlu berlama-lama lagi, si pemuda itu langsung memberikan korannya.
Eeh, tak disangka-sangka si perempuan itu mengelap alas sepatunya yang kotor dengan koran pinjamannya. Dan tanpa rasa berdosa perempuan itu melenggang pergi. Kontan aja si bapak tertawa terbahak-bahak di atas penderitaan si penjual koran.
Kibas Radikal Bebas dengan Tomat
Tomat merupakan si merah yang menggoda. Bentuknya bulat halus dan berwarna merah cantik ini sangat disukai banyak orang dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak sampai orang tua. Rasanya yang agak asam memang memberikan sensasi tersendiri. Makanya, tomat sering ikut dimasukkan ke dalam sayur sebagai pasangan nasi dalam acara santap kita.Tapi tahukah Anda dibalik warnanya yang cantik, si merah ini punya khasiat tertentu yang pastinya bermanfaat bagi tubuh kita.
Dalam pigmen warna merah pada tomat, mempunyai nilai lebih. Warna merah pada tomat lebih banyak mengandung lycopene, yaitu suatu zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultraviolet. Selain itu, belakangan diketahui lycopene juga berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas. “Memang lycopene tidak hanya ditemukan pada tomat, tetapi juga pada anggur merah, semangka dan pepaya. Namun, lycopene yang paling banyak terdapat pada tomat.” terang Leane.
Untuk mendapat khasiatnya, terutama untuk orang dewasa, lanjut Leane tomat sebaiknya dimakan setiap pagi sebanyak satu atau dua buah. Rasa asam pada tomat berasal dari kandungan asam sitrat menyebabkan tomat terasa segar, sehingga dapat menambah nafsu makan. Rasa asam ini sangat baik dokonsumsi saat kita mengalami mual atau dikonsumsi oleh para wanita yang mengalami PMS (Pre Menstrual Syndrome). Jika tak kuat dengan rasa masamnya, terutama untuk yang yang memiliki penyakit maag, Leane tak menyarankan mengkonsumsinya walapun dalam bentuk jus yang sudah ditambah gula, sebab akanmemperburuk kondisi penyakit.
http://blog.iwanudin.com/khasiat-dan-manfaat-tomat/
Selasa, 15 November 2011
In:
alkisah
Tiga Orang Syuhada
Dalam perang Yarmuk, yakni perang antara muslimin dengan Romawi, Ikrimah bin Abi Jahal (seorang sahabat nabi) berperang dengan sangat gigih laksana banteng terluka. Saat pasukan muslimin turun semangatnya, ia langsung turun dari kuda, lalu terjun menghadang barisan tentara Romawi dengan pedangnya yang terhunus. Sang panglima perang, Khalid bin Walid sampai memperingatkan, “Wahai Ikrimah, jangan lakukan itu. Kalau engkau sampai terbunuh, akan buruk pengaruhnya bagi pasukan kita.”
Ikrimah menjawab, “Biarkan aku wahai Walid. Engkau telah lama berjuang dalam perang-perang bersama Rasulullah, sedangkan aku dan ayahku dulu adalah orang yang paling keras memusuhi dan memerangi beliau. Biarkan aku menebus dosa-dosaku yang lalu. Aku telah melawan Rasulullah di banyak medan dengan gagah berani. Haruskah sekarang aku lari dari pasukan Romawi? Ini tidak boleh terjadi!”
Kepada pasukan muslimin dia berseru, “Siapa di antara kalian yang bersedia berbaiat untuk mati syahid?”
Pamannya, Al-Haris bin Hisyam, beserta 400 muslim lainnya bertempur mati-matian di depan kubu pertahanan panglima Khalid bin Walid. Mereka semua bertahan dengan gigih.
Setelah perang usai dengan kemenangan berada di pihak kaum muslimin, di medan Yarmuk terkapar sosok-sosok terluka parah. Mereka adalah Al-Haris bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan Ikrimah bin Abi jahal.
Terdengar Al-Haris merintih minta minum. Ketika air dibawa kepadanya, dia menangkap pandangan mata Ikrimah, sehingga lalu berkata, “Bawa air ini kepadanya.”
Air beralih kepada Ikrimah. Ketika putra Abu jahal itu akan meneguknya, dilihatnya Ayyasy memandanginya seolah memintanya, sehingga ia berkata, “Berikan air ini kepadanya.”
Air beralih kepada Ayyasy. Akan tetapi belum sempat meneguknya, ia sudah gugur. Si pembawa air lalu kembali kepada dua orang sebelumnya. Akan tetapi keduanya juga telah gugur. Hingga akhirnya air itu tak sempat diminum satupun dari mereka.
Allahuakbar…! Di kala sakrataul maut pun mereka masih berpikir untuk mendahulukan orang lain. Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala mengganti kehausan mereka dengan air telaga Al-kautsar di surganya yang dapat melenyapkan dahaga selama-lamanya.
Masuk Neraka karena Lalat
Ada dua orang yang berjalan menuju suatu perkampungan yang mempunyai berhala. Tak seorang pun diperbolehkan melewati kampung tersebut sebelum mempersembahkan kurban kepada berhala mereka. Ketika melihat ada pendatang masuk ke kampung mereka, mereka berkata kepada salah seorang dari dua pendatang tersebut, “Engkau harus mempersembahkan kurban kepada berhala kami.”
Dia menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk kupersembahkan padanya.”
Mereka berkata lagi, “Persembahkan kepada berhala itu, meskipun hanya seekor lalat.”
Lalu orang itu mencari lalat kemudian mempersembahkannya kepada berhala, sehingga orang-orang kampung membolehkannya masuk dan meneruskan perjalanan. Ketika orang itu akhirnya mati, maka Allah memasukkan dia ke neraka.
Orang –orang di kampung itu berkata kepada pendatang satunya, “Persembahkanlah kurban kepada berhala.”
Dia menjawab, “Tidak patut aku mempersembahkan kurban kepada selain Allah subhanahu wata’ala.”
Akhirnya orang-orang kampung itu memenggal lehernya. Kemudian Allah memasukkannya ke surga.
Orang pertama Allah masukkan ke neraka karena telah mempersembahkan kurban kepada selain Allah, meskipun kurban yang dipersembahkan hanya seekor lalat. Allah memerintahkan kepada manusia untuk mempersembahkan kurban hanya kepada-Nya semata. Karena berkurban merupakan bagian dari ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah.
(majalah Akhlak)











