Senin, 31 Oktober 2011

Indahnya Makan Bersama

Makan adalah salah satu perintah Allah SWT. Karena makan merupakan kebutuhan wajib manusia. Tanpa makan manusia bisa mati. 
Setidaknya manusia makan tiga kali sehari. Dalam Islam pun juga sudah ditata bagaiman cara dan adab makan yang baik. Agama Islam juga menyerukan umatnya untuk makan secara bersama-sama. Karena makan bersama memilik banyak keutamaan  dibanding makan secara sendirian.
Dengan makan secara bersama-sama, dapat memperkuat tali silaturahmi antarsesama. Terjalin kekerabatan yang erat di dalamnya. 
Selain itu, melalui makan bersama kita bisa saling menghargai dan menghormati antarsesama. Contohnya, jika ada salah satu anggota yang belum hadir di meja makan, pasti acara makan belum akan dimulai. Pasti kita akan menunggu si yang belum hadir tersebut.
Makan bersama juga akan membangkitkan selera makan. Banyak juga di sekitar kita yang kurang bersemangat untuk makan. Apalagi pada momen makan sahur di bulan Ramadhan. Jika hanya makan sendirian pasti akan merasa malas. Beda kalau makan secara bersama-sama. Ada nuansa suka-dukanya membangunkan kerabat kita dari tidurnya. Rupanya bulan Ramadhan memang menjadi momen yang tepat untuk menegakkan makan bersama.
Dalam makan bersama ada tata cara dan adab yang sudah diatur dalam Islam. Antara lain sebagai berikut:
  • Menempatkan orang yang lebih tua atau dituakan di sebelah kanan. Ini merupakan wujud penghormatan untuknya. Karena kita tahu bahwa sisi yang paling kanan adalah sisi yang dianggap baik.
  • Menjadikan orang yang dituakan sebagai pemimpin dalam acara makan bersama. Yang dimaksudkan disini adalah orang yang paling tua yang memulai dan mengakhiri makan. Jadi, kita tidak boleh makan sebelum yang paling tua memulai dan kita tidak boleh masih makan ketika yang paling tua sudah mengakhiri makannya. Ini juga  merupakan wujud penghormatan kepada orang yang dituakan.
  • Makanlah makanan yang ada di depan kita. Jangan sampai tangan kita meraih makanan lain yang berada agak jauh dari kita, sampai-sampai tangan ini lurus. Ini sungguh tidak dibenarkan menurut pandangan Islam. Kalaupun kita hendak makan makanan yang berada agak jauh, mintalah seseorang untuk mengambilkannya untuk kita. Ini akan lebih sopan.
  • Jangan langsung mencela makanan. Ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh kita. Jika makanan yang kita santap tidak sesuai dengan selera kita, kita biasa langsung mencelanya. Padahal hal ini sangat tidak diperbolehkan oleh Islam. Karena semua makanan di bumi adalah karunia Allah. Jika kita mencelanya, itu sama saja kita mencela karunia Allah. Kita sama saja tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Taubat Pembunuh 100 Nyawa

Dahulu pada masa sebelum diutusnya Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam, ada seorang laki-laki yang terkenal dengan kekejamannya membunuh orang. Suatu saat ia bertanya kepada orang-orang, dimana ia bisa menemukan orang yang paling alim di muka bumi. Maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib (pendeta bani Israil). Ia pun mendatangi rahib yang dimaksud seraya berkata, “Sesungguhnya jika seseorang telah membunuh 99 nyawa, apakah masih ada jalan baginya untuk bertaubat?”
Rahib pun menjawab tegas, “Tidak!”
Maka rahib itu pun dibunuhnya sekalian sehingga genap 100 nyawa yang telah dibunuh.
Kemudian ia kembali bertanya kepada orang-orang, dimana ia bisa menemukan orang yang paling alim di muka bumi. Maka ia ditunjukkan kepada seorang alim. Ia pun bertanya sebagaimana pertanyaan kepada orang alim sebelumnya. “Sesungguhnya jika seseorang telah membunuh 100 nyawa, apakah masih ada jalan baginya untuk bertaubat?”
Orang alim itu pun menjawab,  “Ya. Siapakah yang akan menghalangi dia dengan taubat? Pergilah ke tempat ini dan ini karena disana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah., maka sembahlah Allah bersama mereka, dan janganlah engkau kembali ke tempatmu semula karena tempatmu semula adalah tempat yang jelek.”
Maka laki-laki itu menuju tempat yang ditunjukkan orang  alim tersebut. Namun ketika ia tengah berada dalam perjalanan, maut menjemputnya. Maka berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat adzab ketika akan mengambil ruhnya.
Malaikat rahmat berkata, “Orang ini datang dalam keadaan bertaubat, menghadap dengan sepenuh hatinya kepada Allah.”
Malaikat adzab berkata, “Sesungguhnya orang ini belum pernah melakukan amal kebaikan sediktpun.”
Maka datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia yang menengahi perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. Malaikat ini berkata, “Ukurlah dari sini jarak kedua tempat tersebut (yaitu tempat jelek yang ia tinggalkan dan tempat baik yang akan ia tuju). Mana jaraknya yang lebih dekat, maka dialah yang berhak membawanya.”
Lalu mereka pun mengukur jarak antar tempat matinya laki-laki itu ke tempat yang jelek, dan jarak tempat itu ke tempat yang baik. Ternyata jarak ke tempat baik yang akan dituju sejengkal lebih dekat, sehingga ruh laki-laki itu akhirnya dicabut dan dibawa oleh malaikat rahmat.

(majalah Akhlak)

Selasa, 25 Oktober 2011

Menghilangkan Komedo

Komedo merupakan hal yang termasuk dibenci kaum hawa. Karena itu adalah kotoran penyumbat pori-pori yang berbentuk kecil-kecil berwarna hitam atau putih. Biasanya menyerang daerah di sekitar hidung, dahi, dan dagu. Terkadang komedo juga menyerang daerah di bawah mata dan pipi. Tentu saja komedo sangat mengganggu wajah. Wajah yang halus dan putih pun jika ada komedo bertengger padanya, maka akan kelihatan jelek. Untuk itulah, penulis akan memberikan tips mengangkat komedo yang baik. tips ini disadur dari sebuah artikel pada http://www.untukku.com
1. Gunakan Putih Telur
    Ambil sedikit putih telur, tempatkan di wadah, kocok hingga berbusa. Oleskan di sekitar hidung atau             bagian wajah yang berkomedo. Tutup dengan tisu. Biarkan hingga benar-benar kering. Lepaskan tisu             secara perlahan. Di bagian dalam tisu, akan terlihat bintik-bintik komedo yang terangkat.
2. Scrub Sayur dan Masker Kacang
    a.Blender selembar daun kailan, selembar daun seledri, ¼ buah apel, campur dengan perasan jeruk lemon.        Usapkan dan pijat lembut wajah dengan scrub sayur ini, lalu bilas.
    b.Uapi wajah dengan air panas yang telah diberi 1 sdm garam. Biarkan 10 menit. Uap air garam akan                membuka pori-pori, memperlebar pembuluh darah kapiler di bawah kulit dan memperlancar peredarah       darah ke kulit.
    c.Campur sari kacang kedelai dan kacang polong, gunakan sebagai masker, diamkan 30 menit, bilas.                Gunakan beberapa kali.

Selasa, 11 Oktober 2011

Orang Tua Tetap Harus Dihormati

Sebelumnya, aku pernah menuliskan uneg-unegku tentang marah dengan orang tua. Aku menuntut agar lebih diperbanyak juga ceramah untuk orang-orang tua dalam bersikap yang baik di rumah. Bukan hanya ceramah unutk si anak aja agar selalu menghormati orang tua. Yang kumaksudkan orang tua disini adalah ayah dan ibu kita. Sering kan ayah atau ibu kita melakukan sesuatu yang membuat kita marah? Lalu apa yang kita lakukan? Apakah kita memarahi mereka? Karena terkadang emosi ini tidak bisa dikontrol dengan baik. Seperti yang kulakukan beberapa waktu lalu. Aku pernah marah-marah dengan ayahku, masalahnya sepele. Karena ayahku tidak memahami sulitnya aku menyelesaikan sebuah tugas dari guru. Tugas membuat report, yang memaksaku sampai empat kali ngeprint. Tentu aja itu membuatku banyak mengeluarkan uang. Akhirnya aku menuntut ganti, tapi dengan cara yang tidak tepat. Aku akui itu. Walaupun menyebalkan sekali ketika ayahku mencibirku 'kerjaanmu dolanan komputer ae!'. Aku marah lah, ayahku nggak tau sulitnya aku mengerjakan tugas report itu. Akhirnya aku marah-marah dan minta ganti uang. Padahal aku tau saat itu ayahku sedang dalam kondisi yang kurang sehat. Pasca mengeluarkan kata-kata pedas pada ayahku aku menutup pintu kamar dengan keras. Saat itu lokasinya aku sedang berada di kamar. Aku keluar kamar sambil berkaca-kaca. Terlebih saat ibuku angkat bicara, "kok marah-marah gitu?"
Aku jadi menangis. Menagnis sejadi-jadinya. Timbul penyesalan di hatiku. Timbul rasa bersalah di hatiku. Aku hanya menambah beban ayahku saja. Ayahku sedang sakit, tapi aku malah marah-marah padanya.  Setelah meresapi kekhilafanku dan menganis sepuas-puasnya aku kembali ke kamar. Ayahku sudah keluar dari kamar. Ibuku lalu menghampiriku dan memberikan sejumlah uang yang kutuntut sebagai ganti mengerjakan tugas. Melihat itu air mataku mengalir lagi. Aku menjadi semakin merasa bersalah. Aku berusaha meminta maaf pada ibuku. Tapi aku belum berani meminta maaf pada ayahku. Hanya dal penyesalan dan permintaan maaf dalam hatiku. Aku baru sadar, disaat menyebalkan orang tua tetaplah harus dihormati. Maafkan aku ayah, maafkan aku ibu....

Selasa, 04 Oktober 2011

Paku Amarah

Ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah si anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada si anak untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali ia marah.
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap, jumlah itu berkurang. Dia mulai menyadari bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah saat dimana anak tersebut merasa mampu mengendalikan amarhnya dan tidak cepat kehilangan kesabaran. Dia memberitahukan hal itu kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari yang tidal dilaluinya dengan amarah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lallu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. "Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Sama halnya ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu akan meninggalkan bekas seperti lubang-lubang ini di hati orang lain.
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada dan luka karena kata-kata adalah lebih sulit sembuh daripada luka fisik."
Anak itu hanya tertunduk dan amkin menyadari bahwa kemarahan tak terkendali adalah perbuatan bodoh yang sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Jadi Serba Salah dengan Orang Tua

Orang tua adalah dua orang yang sangat penting di kehidupan kita. Mereka yang menyebabkan kita ada di dunia ini. Sehingga kita patut menghormati mereka, bahkan dalam posisi apapun. Itulah kata-kata yang sangat sering kudengar dari orang-orang bijak. Iya, aku setuju. Sebagai anak, aku harus menghormati orang tua dalam keadaan apapun dan bagaimanapun orang tua kita. Karena itu sebagai bukti bahwa aku bukanlah anak durhaka. Tapi, orang tua tetaplah manusia. Mereka punya hawa dan nafsu yang bisa berubah sewaktu-waktu. jadi, kalo orang tua melakukan kesalahan apakah kita juga tetap harus menghormatinya? Apalagi kesalahan yang dibuat itu berkenaan dengan kita, bahkan merugikan kita. Contohnya orang tuaku, mereka sering melakukan hal yang membuatku marah, seperti meludah di sembarang tempat. Itu kan menjijikkan sekali. Terkadang aku membentak mereka, tapi terkadang aku diam saja. Tapi tetap aja dalam hati aku tuh njrundel banget. Istilah lainnya, aku tuh mangkel banget. Kayak nggak puas gitu kalo nggak bentak-bentak mereka. Sebagai anak yang bisa dikatakan cukup baik, aku juga masih suka pikir-pikir untuk marah sama orang tua. Tapi ya itu tadi, mangkel banget di hati. Aku sering dapat ceramah. kita harus menghormati orang tua dalam keadaan apapun, sekalipun mereka berbuat salah. Sebesar apapun kesalahan orang tua, mereka tetaplah ayah dan ibu kita. Jadi, seolah-olah perkataan si penceramah itu menegurku agar tidak marah dengan orang tua apalagi membentak-bentak. Iya, saat mendengar ceramah itu aku jadi sadar. Benar juga ya, Astaghfirullahal'adzim. Kataku dalam hati. Tapi nyampe di rumah dan ngliat ayah ato ibuku melakukan hal yang nggak aku senengin banget, kumat deh. Aku jadi marah-marah ama mereka. Aku jadi protes, kenapa sih ceramah-ceramah itu kebanyakan menegur anak yang suka marah sama ortu? Kenapa tidak ada ceramah yang menegur orang tua agar tidak semena-mena di rumah? Tidak ada ceramah yang membicarakan bagaimana bersikap yang baik sebagai orang tua? Tidak ada ceramah yang menyadarkan orang tua agar menghargai anak? Sebenarnya ini yang perlu direnungkan. Jangan hanya menyalahkan anak yang suka marah ama orang tua yang melakukan kesalahan aja, tapi juga sadarkan orang tua agar bisa meminimalisir kesalahan agar tidak memancing emosi anak. Anak kan juga manusia, punya hawa dan nafsu. Jadi sewaktu-waktu bisa marah-marah.

Selasa, 27 September 2011

Jangan Jemur Pakaian di dalam Rumah

Liputan6.com, Washington DC: Mengeringkan pakaian di dalam rumah ternyata berbahaya bagi kesehatan tubuh dan bisa memicu penyakit. Aroma segar dan dingin di dalam rumah yang bercampur bekas cucian memiliki dampak buruk bagi tubuh. Hal ini terjadi jika terhirup dalam jangka waktu lama. Demikian menurut para ilmuwan Amerika Serikat dan para ahli pencemaran lingkungan dari University of Washington di Seattle, belum lama ini.

Para peneliti meneliti penguapan yang terjadi di tempat pengeringan pakaian. Hasilnya mereka menemukan sekitar 25 senyawa organik yang mudah menguap serta tujuh polutan udara berbahaya. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika terhirup dan dapat menyebabkan kanker. Dua dari zat berbahaya tersebut adalah asetaldehida dan benzene, yang diketahui sebagai racun karsinogen.

Orang-orang yang sering berada di daerah tempat pengeringan tersebut, umumnya sering merasakan sakit kepala dan masalah dengan kesehatan. Jadi cara terbaik mengeringkan pakaian adalah dengan mengeringkan di tempat terbuka. Jika perlu menggunakan pengering khusus, bukan menjemurnya di dalam rumah.(Genius Beauty/ULF)

Senin, 26 September 2011

LUPA, dianggap bersalah atau dimaklumi kah?

LUPA, sesuatu yang tidak asing lagi bagi kita
LUPA, sesuatu yang sering terjadi di sekeliling kita
LUPA, sesuatu yang pernah kita alami
Bahkan LUPA dianggap banyak orang sebagai penyakit manusia
Tapi mengapa lupa sering menjadi pengalaman sial bagi banyak orang?
Banyak tuh kasus lupa yang terjadi. Misalnya, di lingkungan sekolahan. Seringkali dijumpai siswa yang lupa membawa buku pelajaran, lupa mengerjakan PR. Endingnya, mereka dimarahi guru bahkan diberi hukuman. Dihukum tidak boleh ikut pelajaran lah, berjemur di lapangan, sampai ada tuh yang disuruh ngepel. Ya kayak yang sering muncul di sinetron-sinetron itu.
Di lingkungan kantorpun sering kita jumpai kasus lupa. Misalnya, pegawai lupa membawa kertas kerjanya, lupa mengerjakan tugasnya. Dan endingnya nggak jauh dari kasus-kasus lupa kebanyakan, dimarahi bos.
Sebenarnya lupa itu gimana sih? Lupa itu kan terjadi bukan karena disengaja. Lupa juga terjadi bukan dari keinginan si empunya. Lupa terjadi begitu saja, seolah-olah itu takdir penderitanya. Lupa juga bisa dikatakan penyakit. Kan, banyak orang yang bersifat pelupa. Berarti dia sering dimarahi atau dihukum dong. Nah lo.
Sebenarnya lupa itu hal yang manusiawi. Akui saja semua orang pernah mengalaminya. Lupa terjadi diluar batas kemampuan manusia. Tapi tetap saja lupa terkadang tidak bisa diterima orang. Ya contohnya pegawai yang lupa mengerjakan tugas tadi, dimarahi bosnya.
jadi lupa dianggap bersalah atau dimaklumikah? 
Saya kira setiap orang berhak unutk memberikan jawabannya. Silakan menjawab sesuai  kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Loh, kok malah jadi doa bersama gini sih? Hehehe.....

Selasa, 20 September 2011

SUKSES ADALAH HAK SAYA

Part 1
"Sukses adalah hak saya"
"Sukses adalah hak saya! Sukses bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya dan milik siapa saja yang menyadari, mengingInkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati..." Andrie Wongso
Karena kesuksesan adalah hak setiap orang, sepanjang orang yang bersangkutan menyadari, menginginkan dan memperjuangkannya dengan sepenuh hati. Maka setiap orang pada dasarnya bisa merancang kesuksesannya sendiri, asalkan ia menguasai prinsip, cara, bidang dan pelajaran utama untuk menciptakan sendiri kesuksesan di masa depan.
Apakah saya bisa sukses? 
Brian Tracy, penulis yang masuk dalam Guiness Book of Record mengatakan, " Kehidupam seperti balok kombinasi; tugasmu menemukan angka-angka yang tepat, dalam susunan yang tepat, sehingga kau bisa memperoleh apa pun yang kau inginkan."
Renungkan al-Quran Surah Ar-Ra'du ayat 11, "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka berusaha untuk merubah keadaan mereka sendiri."
Seperti sudah dituliskan di atas bahwa setiap orang pada dasarnya bisa merancang kesuksesannya di masa depan, asalkan ia menguasai prinsip, cara, bidang dan pelajaran utama untuk menciptakan sendiri kesuksesan di masa depan. Terkait prinsip, ada tiga Prinsip Utama utnuk menciptkan kesuksesan Anda sendiri.
Prinsip Utama 1: Brertanggung Jawab 100% atas Kehidupan Anda
"Kau harus bertanggung jawab atas kehidupanmu. Kau tidak bisa mengubah keadaan, musim, atau arah angin. Tapi, kau bisa mengubah diri sendiri" Jim Rohn, filsuf bisnis nomor satu Amerika.
Siapakah yang paling bertanggung jawab atas kehidupan, nasib dan apa yang telah Anda capai dan miliki hari ini? Hanya ada satu orang yang bertanggung jawab atas hasil kehidupan yang Anda jalani. Orang itu adalah Anda sendiri. Jika ingin berhasil, Anda harus bertnggung jawab 100% atas semua yang Anda hasilkan, mutu hubungn Anda, kondisi kesehatan fisik Anda, penghasilan Anda, utang Anda, perasaan Anda- semuanya!
Kenyataannya, kebanyakan diri kita sudah terbiasa menyalahkan sesuatu diluar sadiri kita sendiri atas kehidupan kita yang tidak kita sukai. Kita menyalahkan orang tua kita, atasan kita, teman kita, media, rekan kerja, pelanggan kita, pasangan kita, cuaca, krisis ekonomi, buruknya keuangan kita- siapapun dan apapun yang bisa kita jadikan KAMBING HITAM. Kita tak pernah melihat ke sumber masalahnya- DIRI KITA SENDIRI...
Siapakah yang paling bertanggung jawab atas kehidupan saya hari ini?
Hasil yang saya peroleh hari ini?
Apakah saya bertanggung jawab 100% atas kehidupan saya?
Apakah saya pernah menyalahkan orang lain atas kejadian apapun dalam hidup saya?
Apakah saya pernah mengeluh tentang sesuatu?
Jika ya, berati Anda tidak bertanggung jawab 100% atas kehidupan Anda. Bertanggung jawab 100% berarti Anda mengakui bahwa Anda menciptakan semua yang terjadi pada diri Anda. Hal itu berarti Anda mengerti bahwa Anda-lah penyebab semua pengalaman Anda. Jika Anda benar-benar ingin sukses, dan saya tahu Anda sangat ingin, maka anda harus berhenti menyalahkan orang lain dan mengeluh, sert mengambil tanggung jawab penuh atas kehidupan Anda- itu berarti semua hasil perbuatan, baik kesuksesan maupun kegagalan. Itulah syarat menciptakan kehidupan sukses. Hanya dengan mengakuinyalah- bahwa Anda yang menciptakannya semuanya sampai sekarang - Anda bisa mengambil alih kendali untuk menciptakan masa depan yang Anda inginkan.
"Anda tidak bisa menyewa orang lain untuk berolah raga untuk Anda. Anda aharus melakukannya sendiri jika ingin memperoleh manfaatnya. Entah itu berlatih fisik, peregangan, bermeditasi, membaca, belajar bahasa baru, menciptakan kelompok perencana, menentukan target yang terukur, memvisualisasikan kesuksesan, mengulangi penegasan, atau berlatih ketrampilan baru, Anda-lah yang harus melakukannya. Tak ada orang lain yang bisa melakukannya untuk Anda," Jim Rohn, filsuf bisnis nomor satu Amerika.
Berhentilah mencari alasan, berhenti mengeluh, berhenti menyalahkan keadaan di luar diri Anda. Anda harus berhenti melakukan semua itu selamanya.
Jika sesuatu tidak berhasil sesuai rencana, Anda harus bertanya kepada diri sendiri, "Bagaimana cara saya melakukannya? Apa yang saya pikirkan? Apa keyakinan saya? Apa yang tidak saya katakan?

Postingan Lebih Baru