Selasa, 15 November 2011
In:
alkisah
Tiga Orang Syuhada
Dalam perang Yarmuk, yakni perang antara muslimin dengan Romawi, Ikrimah bin Abi Jahal (seorang sahabat nabi) berperang dengan sangat gigih laksana banteng terluka. Saat pasukan muslimin turun semangatnya, ia langsung turun dari kuda, lalu terjun menghadang barisan tentara Romawi dengan pedangnya yang terhunus. Sang panglima perang, Khalid bin Walid sampai memperingatkan, “Wahai Ikrimah, jangan lakukan itu. Kalau engkau sampai terbunuh, akan buruk pengaruhnya bagi pasukan kita.”
Ikrimah menjawab, “Biarkan aku wahai Walid. Engkau telah lama berjuang dalam perang-perang bersama Rasulullah, sedangkan aku dan ayahku dulu adalah orang yang paling keras memusuhi dan memerangi beliau. Biarkan aku menebus dosa-dosaku yang lalu. Aku telah melawan Rasulullah di banyak medan dengan gagah berani. Haruskah sekarang aku lari dari pasukan Romawi? Ini tidak boleh terjadi!”
Kepada pasukan muslimin dia berseru, “Siapa di antara kalian yang bersedia berbaiat untuk mati syahid?”
Pamannya, Al-Haris bin Hisyam, beserta 400 muslim lainnya bertempur mati-matian di depan kubu pertahanan panglima Khalid bin Walid. Mereka semua bertahan dengan gigih.
Setelah perang usai dengan kemenangan berada di pihak kaum muslimin, di medan Yarmuk terkapar sosok-sosok terluka parah. Mereka adalah Al-Haris bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan Ikrimah bin Abi jahal.
Terdengar Al-Haris merintih minta minum. Ketika air dibawa kepadanya, dia menangkap pandangan mata Ikrimah, sehingga lalu berkata, “Bawa air ini kepadanya.”
Air beralih kepada Ikrimah. Ketika putra Abu jahal itu akan meneguknya, dilihatnya Ayyasy memandanginya seolah memintanya, sehingga ia berkata, “Berikan air ini kepadanya.”
Air beralih kepada Ayyasy. Akan tetapi belum sempat meneguknya, ia sudah gugur. Si pembawa air lalu kembali kepada dua orang sebelumnya. Akan tetapi keduanya juga telah gugur. Hingga akhirnya air itu tak sempat diminum satupun dari mereka.
Allahuakbar…! Di kala sakrataul maut pun mereka masih berpikir untuk mendahulukan orang lain. Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala mengganti kehausan mereka dengan air telaga Al-kautsar di surganya yang dapat melenyapkan dahaga selama-lamanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar