I'm blogger

Pages

  • Beranda

Label

  • alkisah (4)
  • aqidah Islam (3)
  • celoteh (3)
  • curhat (4)
  • KECANTIKAN (2)
  • KESEHATAN (6)
  • MOTIVASI (3)
  • remaja (4)
  • tawa-tiwi (8)

Blog Archive

  • ►  2013 (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (7)
    • ►  Desember (6)
    • ►  September (1)
  • ▼  2011 (26)
    • ►  Desember (1)
    • ▼  November (16)
      • Banyak Tertawa Perlemah Iman
      • Pinjam Korannya dong...
      • Kibas Radikal Bebas dengan Tomat
      • Tiga Orang Syuhada
      • Masuk Neraka karena Lalat
      • Sahabat Terbaik
      • Menghadapi Orang Marah
      • Takut Matematika?!
      • Saling Memberi dan Saling Menerima
      • Ini dia yang lagi turun
      • 10 Langkah Ngadepin Gosip
      • Mengusir BETE di Kelas
      • Jono dan Lono
      • Gambir ooh Gambir
      • Kisah sang Gubernur dan Keponakan
      • Medan vs Jawa Tengah
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)

About Me

Foto Saya
maria
anak perempuan terakhir di keluarganya, tenang, pendiam, suka mengalah, jaga pergaulan, memegang teguh iman dan takwa, akibatnya sedikit temannya
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

kotak kontak


ShoutMix chat widget

Arsip Blog

  • ►  2013 (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (7)
    • ►  Desember (6)
    • ►  September (1)
  • ▼  2011 (26)
    • ►  Desember (1)
    • ▼  November (16)
      • Banyak Tertawa Perlemah Iman
      • Pinjam Korannya dong...
      • Kibas Radikal Bebas dengan Tomat
      • Tiga Orang Syuhada
      • Masuk Neraka karena Lalat
      • Sahabat Terbaik
      • Menghadapi Orang Marah
      • Takut Matematika?!
      • Saling Memberi dan Saling Menerima
      • Ini dia yang lagi turun
      • 10 Langkah Ngadepin Gosip
      • Mengusir BETE di Kelas
      • Jono dan Lono
      • Gambir ooh Gambir
      • Kisah sang Gubernur dan Keponakan
      • Medan vs Jawa Tengah
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)

Free Blog Content

Followers

Selasa, 22 November 2011
In: aqidah Islam

Banyak Tertawa Perlemah Iman

Tertawa memang banyak manfaat bagi tubuh kita, yakni sebagai senam mulut. Akan tetapi tertawa berlebihan itu juga tidak baik. 
Rasulullah SAW telah menerangkan kepada kita tentang bahaya banyak tertawa, yaitu dapat melenyapkan fungsi hati, dimana bisa berubah dari hidup menjadi mati.
Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati”
Yang dimaksud dengan mematikan hati adalah menjadikan hati lalai untuk mengingat Allah SWT dan lalai kepada kehidupan akhirat; apabila hati manusia lalai dalam mengingat Allah SWT, maka sesungguhnya kematian lebih dekat kepadanya daripada kehidupan.
Bagi orang-orang yang memperhatikan kehidupan Rasulullah SAW maka ia akan mengetahui apa yang ia cari bahwa Rasulullah SAW adalah pribadi yang suka senda gurau dan tawa. Akan tetapi beliau bukanlah pribadi yang banyak tertawanya sebagaimana yang diriwayatkan dari Jabir bin Samrah ra, ia berkata: “Bahwa pada kedua betis Rasulullah SAW terdapat kehalusan dan bahwa beliau tidak tertawa kecuali tersenyum”.
Rasulullah SAW dalam senda guraunya tidak berkata-kata kecuali kebenaran, sebab seorang mukmin perlu menghibur diri untuk mengusir kejenuhan dan untuk memperbaharui semangat, para sahabat Rasulullah SAW sering berkumpul hingga mereka saling tertawa dan senda gurau antara satu dengan yang lainnya. Sedangkan bersenda gurau yang berlebihan, melebihi batas yang diperlukan maka ini merupakan kesungguhan, dan hal ini memberi pengaruh besar terhadap perilakunya hingga kehidupannya berubah menjadi cemoohan terhadap dirinya sendiri.
Orang yang konsisten hendaknya bersikap serius dalam menghadapi perkara-perkara hidupnya, tahu waktu untuk bersenda gurau dan setiap sesuatu ia laksanakan sesuai dengan kebutuhan agar tidak berlebih-lebihan dan juga tidak melalaikan. Apabila seorang yang konsisten berbiasa untuk tertawa dan bersenda gurau maka hatinya pasti menjadi keras, sebagai akibatanya adalah bila dinasihati maka tidak akan berguna baginya nasihat itu di dalam kehidupannya, apabila diingatkan maka ita tidak pernah sadar karena hatinya terlanjur dipenuhi canda, gurau dan tawa, hingga menjadikannya lemah.
Bahkan sebagian ada yang berlebihan dalam hal ini hingga senda gurau itu menjurus pada perbuatan dosa-dosa besar, menghina saudara-saudara muslim dan memperolok-olok mereka hanya untuk mendapatkan tawa dari teman-temannya lalu senda gurau itu berkembang pada perbuatan dusta untuk mendapatkan tawa dari khalayak. Rasulullah SAW bersabda:
“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta agar orang lain tertawa, celakalah baginya dan celakalah baginya”.(HR Abu Daud, At-Tirmidzi dan Al-Hakim)
Maka sederhana bercanda adalah suatu perkara yang sangat penting khususnya dalam kehidupan manusia yang konsisten karena ia membutuhkan sikap serius dan karena jalan yang ia tempuh menuntut seperti itu….(31 sebab lemahnya iman, Husain Muhammad Syamir, penerbit DARUL HAQ)
(http://danon7.wordpress.com/)


Diposting oleh maria di 22.41 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Senin, 21 November 2011
In: tawa-tiwi

Pinjam Korannya dong...

Suatu hari ada seorang pemuda penjual koran di pinggir jalan. Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak dengan pakaian rapi layaknya pekerja kantoran datang. Pikir pemuda itu, pasti bapak itu akan membeli koran. Tapi ternyata...
"Mas, pinjem korannya dong!" kata bapak itu.
Tentu aja si pemuda kecewa kemudian menanggapi, "Heleh, tampilan pegawai kantoran masa' pinjem koran?! Beli dong!"
"Emangnya siapa yang pegawai kantoran? Saya ini kan mau nglamar kerjaan, ya cari lowongan dulu di koran."
"Enak bener?? Gak boleh..gak boleh!"
"Dasar pelit!" kata bapak itu.
Sebelum bapak itu beranjak pergi, datanglah seorang wanita yang masih sebaya dengan si penjual koran. Si wanita itu berkata, "Mas, pinjem korannya dong!"
Perempuan cakep. Begitulah batin si pemuda. Tak perlu berlama-lama lagi, si pemuda itu langsung memberikan korannya.
Eeh, tak disangka-sangka si perempuan itu mengelap alas sepatunya yang kotor dengan koran pinjamannya. Dan tanpa rasa berdosa perempuan itu melenggang pergi. Kontan aja si bapak tertawa terbahak-bahak di atas penderitaan si penjual koran.

Diposting oleh maria di 22.37 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kibas Radikal Bebas dengan Tomat

Tomat merupakan si merah yang menggoda. Bentuknya bulat halus dan berwarna merah cantik ini sangat disukai banyak orang dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak sampai orang tua. Rasanya yang agak asam memang memberikan sensasi tersendiri. Makanya, tomat sering ikut dimasukkan ke dalam sayur sebagai pasangan nasi dalam acara santap kita.
Tapi tahukah Anda dibalik warnanya yang cantik, si merah ini punya khasiat tertentu yang pastinya bermanfaat bagi tubuh kita.
Dalam pigmen warna merah pada tomat, mempunyai nilai lebih. Warna merah pada tomat lebih banyak mengandung lycopene, yaitu suatu zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultraviolet. Selain itu, belakangan diketahui lycopene juga berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas. “Memang lycopene tidak hanya ditemukan pada tomat, tetapi juga pada anggur merah, semangka dan pepaya. Namun, lycopene yang paling banyak terdapat pada tomat.” terang Leane.
Untuk mendapat khasiatnya, terutama untuk orang dewasa, lanjut Leane tomat sebaiknya dimakan setiap pagi sebanyak satu atau dua buah. Rasa asam pada tomat berasal dari kandungan asam sitrat menyebabkan tomat terasa segar, sehingga dapat menambah nafsu makan. Rasa asam ini sangat baik dokonsumsi saat kita mengalami mual atau dikonsumsi oleh para wanita yang mengalami PMS (Pre Menstrual Syndrome). Jika tak kuat dengan rasa masamnya, terutama untuk yang yang memiliki penyakit maag, Leane tak menyarankan mengkonsumsinya walapun dalam bentuk jus yang sudah ditambah gula, sebab akanmemperburuk kondisi penyakit.
http://blog.iwanudin.com/khasiat-dan-manfaat-tomat/ 

Diposting oleh maria di 21.57 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Selasa, 15 November 2011
In: alkisah

Tiga Orang Syuhada

Dalam perang Yarmuk, yakni perang antara muslimin dengan Romawi, Ikrimah bin Abi Jahal (seorang sahabat nabi) berperang dengan sangat gigih laksana banteng terluka. Saat pasukan muslimin turun semangatnya, ia langsung turun dari kuda, lalu terjun menghadang barisan tentara Romawi dengan pedangnya yang terhunus. Sang panglima perang, Khalid bin Walid sampai memperingatkan, “Wahai Ikrimah, jangan lakukan itu. Kalau engkau sampai terbunuh, akan buruk pengaruhnya bagi pasukan kita.”
Ikrimah menjawab, “Biarkan aku wahai Walid. Engkau telah lama berjuang dalam perang-perang bersama Rasulullah, sedangkan aku dan ayahku dulu adalah orang yang paling keras memusuhi dan memerangi beliau. Biarkan aku menebus dosa-dosaku yang lalu. Aku telah melawan Rasulullah di banyak medan dengan gagah berani. Haruskah sekarang aku lari dari pasukan Romawi? Ini tidak boleh terjadi!”
Kepada pasukan muslimin dia berseru, “Siapa di antara kalian yang bersedia berbaiat untuk mati syahid?”
Pamannya, Al-Haris bin Hisyam, beserta 400 muslim  lainnya bertempur mati-matian di depan kubu pertahanan panglima Khalid bin Walid. Mereka semua bertahan dengan gigih.
Setelah perang usai dengan kemenangan berada di pihak kaum muslimin, di medan Yarmuk terkapar sosok-sosok terluka parah. Mereka adalah Al-Haris bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan Ikrimah bin Abi jahal.
Terdengar Al-Haris merintih minta minum. Ketika air dibawa kepadanya, dia menangkap pandangan mata Ikrimah, sehingga lalu berkata, “Bawa air ini kepadanya.”
Air beralih kepada Ikrimah. Ketika putra Abu jahal itu akan meneguknya, dilihatnya Ayyasy memandanginya seolah memintanya, sehingga ia berkata, “Berikan air ini kepadanya.”
Air beralih kepada Ayyasy. Akan tetapi belum sempat meneguknya, ia sudah gugur. Si pembawa air lalu kembali kepada dua orang sebelumnya. Akan tetapi keduanya juga telah gugur. Hingga akhirnya air itu tak sempat diminum satupun dari mereka.
Allahuakbar…! Di kala sakrataul maut pun mereka masih berpikir untuk mendahulukan orang lain. Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala mengganti kehausan mereka dengan air telaga Al-kautsar di surganya yang dapat melenyapkan dahaga selama-lamanya.

Diposting oleh maria di 21.39 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Masuk Neraka karena Lalat

Ada dua orang yang berjalan menuju suatu perkampungan yang mempunyai berhala. Tak seorang pun diperbolehkan melewati kampung tersebut sebelum mempersembahkan kurban kepada berhala mereka. Ketika melihat ada pendatang masuk ke kampung mereka, mereka berkata kepada salah seorang dari dua pendatang tersebut, “Engkau harus mempersembahkan kurban kepada berhala kami.”
Dia menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk kupersembahkan padanya.”
Mereka berkata lagi, “Persembahkan kepada berhala itu, meskipun hanya seekor lalat.”
Lalu orang itu mencari lalat kemudian mempersembahkannya kepada berhala, sehingga orang-orang kampung membolehkannya masuk dan meneruskan perjalanan. Ketika orang itu akhirnya mati, maka Allah memasukkan dia ke neraka.
Orang –orang di kampung itu berkata kepada pendatang satunya, “Persembahkanlah kurban kepada berhala.”
Dia menjawab, “Tidak patut aku mempersembahkan kurban kepada selain Allah subhanahu wata’ala.”
Akhirnya orang-orang kampung itu memenggal lehernya. Kemudian Allah memasukkannya ke surga.
Orang pertama Allah masukkan ke neraka karena telah mempersembahkan kurban kepada selain Allah, meskipun kurban yang dipersembahkan hanya seekor lalat. Allah memerintahkan kepada manusia untuk mempersembahkan kurban hanya kepada-Nya semata. Karena berkurban merupakan bagian dari ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah.
(majalah Akhlak) 

Diposting oleh maria di 21.31 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Senin, 14 November 2011
In: tawa-tiwi

Sahabat Terbaik

Udin yang suka bersilaturahmi dating ke rumah Asrut, sahabatnya. Dan Udin ingin sharing padanya.
Udin  : Karena krisis global pabrikku akan mem-PHK semua karyawannya.
Asrut : Apa! Kamu akan di-PHK? He….
Udin  : Lho, kenapa kamu nangis?
Asrut : Karena aku sahabatmu yang baik kan
Udin  : Iya, kamu sahabatku yang paling baik.
Asrut : Makanya kalo kamu di-PHK aku sangat khawatir. Pada siapa lagi aku harus ngutang?
(majalah MOP) 

Diposting oleh maria di 23.16 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Menghadapi Orang Marah

1.       Tenang dan berfikir
Dengan bersikap tenang, kita jadi bisa berfikir dengan baik. Kalo ada orang yang dating ke rumah trus langsung marah-marah, sikap kita yang benar adalah tenang. Dengan gitu kita bisa berfikir apa yang mesti dikatakan dan dilakukan terhadap orang itu.
2.       Senyum, sapa dan siap bantu
Biasanya kalo orang lagi marah dihadepin dengan marah-marah juga pasti tuh urusan bakal jadi tambah runyam dan memanas. Sebaliknya, jika ada orang yang marah-marah trus dihadepin dengan senyum, pasti kemarahannya akan berkurang walaupun Cuma beberapa persen. Kalo udah senyum, kita sapa tuh orang, missal “Asalamualaikum mas/mbak atau selamat pagi.” Kalo udah senyum dan nyapa marahnya belum reda juga, kita harus siap-siap bantu tuh orang.
3.       Persilahkan duduk dan tanya
Siap bantu dimulai dengan mempersilakan si marah untuk masuk dan duduk, pasti si marah mau, soalnya si marah dating kan untuk bicara ma kita. Kalo udah duduk , baru kita tanya apa masalahnya. Tapi nanyanya juga yang halus and of course with smiling.
4.       Dengar, hindari dapat dan simpati
Kalo tuh orang udag kita tanya pasti dia mau jawab pertanyaan kita. Dia pasti akan cerita tentang masalahnya. Selagi dia cerita, kita dengerin dengan baik. Jadilah pendengar yang baik untuknya. Trus kalo tiba-tiba pas cerita emosinya naik lagi, usahakan kita gak melayani emosinya dan coba untuk meredakan emosinya. Kalo udah selesai ceritanya, kita harus reflek ‘n peka. Kota mesti tahu apa akar masalahnya. Dengan begitu kita bisa segera cabut tuh akar and then problem can be solved.
5.       Selesaikan dan penjelasan
Udah dengerin cerita ‘n tahu masalahnya, kita kan jadi bisa selesein masalahnya tuh. Caranya yah kita kasih penjelasan secara jujur dan terperinci. Trus sikap kita juga harus mendukung penjelasan kita. Raut muka kita harus meyakinkan dan sesekali harus senyum. Dengan begitu si marah pasti bisa terima penjelasan kita.
6.       Minta maaf dan terima kasih
Selesai njelasin langkah terakhir kita adalah minta maaf. Walaupun sebenarnya kita gak salah, gak pa-pa lah kita yang minta maaf duluan. Ini sebagai rasa penghargaan kita pada si marah. Jangan lupa juga bilang makasih. Karena si marah udah repot-repot dating ke rumah kita hanya untuk menjelaskan permasalahannya. So, semua kemarahan dan kesalahpahamannya ke kita jadi hilang dan muncullah tali silaturahmi yang baik.
(majalah MOP) 


Diposting oleh maria di 23.14 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Selasa, 08 November 2011
In: remaja

Takut Matematika?!

Dari sekian banyak penghuni kelas, matematika tergolong ‘makhluk’ yang menyebalkan. Banyak yang kelimpungan dibuatnya. Siasat apa agar bisa ditaklukkan?
Matematika adalah momok untuk setiap pelajar. Bagaimana kalo hal itu terus-menerus dialami oleh setiap siswa? Mungkin bangsa kita kekurangan ahli matematika kali ya… bayangkan saja, kalau pelajaran matematika dihilangkan dari kurikulum. Apakah tidak menjadi kacau?
Berikut trik-trik menjadi matematikawan: 
1.   Menjadi misi untuk bisa
Kita harus mempunyai misi atau tujuan bahwa matemtaika itu pelajaran yang tidak menakutkan. Karena    ketakutan itu, mungkin kita tidak pernah bisa mencoba dimana kesulitan yang kita alami, dan selamanya kita tidak tahu kekurangan kita. 
2.   Guru menjadi sumber bertanya
Guru adalah orang yang selalu kita jumpai saat belajar. Mengapa tidak kita manfaatkaan untuk bertanya, mana yang tidak bisa dan mana ynang belum jelas. Muungkin kita takut untuk bertanya. Caranya, bisa menemui guru itu saat berada di ruang guru atau bertemu di suatu tempat. Mungkin itu akan sedikit mengurangi ketakutan. 
3.   Tenang dan tidak ceroboh
Tenang adalah kunci pokok untuk mengerjakan soal, khususnya matematika. Pikirkan matang-matang sebelum menjawab dan menumpahkan tinta pada kertas. Mungkin bila kita mengerjakan asal-asalan kertas kerja kita penuh corat-coret dan membuat malas dan benci dengan matematika. 
4.   Kerjakan setiap soal
Mungkin dengan mencoba soal yang ada, kita akan sedikit demi sedikit lancar. Karena dengan mengerjakan soal, kita akan tahu kesalahan kita. 
5.   Kumpulkan rumus-rumus
6.      Dengan mengumpulkam setiap rumus yang dipelajari dalam satu buku kecil, maka akan lebih mudah mempelajari matematika tanpa harus membuka buku yang setebal itu. Karena menjadi malas, saat lihat bukunya bisa-bisa malah jadi malas dan tidak belajar.
6.   Berfikrilah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini
Dengan berfikir seperti itu, maka jika kita tidak seperti itu semuanya akan sia-sia. (majalah MOP)

Diposting oleh maria di 22.34 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Saling Memberi dan Saling Menerima

Seorang anak pulang dengan muka bengkak dan baju robek.
“Kamu sudah besar, kenapa masih suka berkelahi?” kata ayahnya. “Dalam hidup ini kita harus saling memberi dan menerima.”
“Ya, pak,” sahut anaknya. “Karena itu, ketika temanku memberi pada mukaku, aku juga memberi pada hidungnya.”

Diposting oleh maria di 22.18 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Ini dia yang lagi turun

Ayah : (dengan mengomel) Semua serba naik sekarang. Rekening listrik, air, telepon, langganan            koran… apakah tidak ada yang turun?
Anak : Ada, ayah. Ini saya baru saja terima hasil ulangan Matematika. Kemarin aku dapat nilai            tujuh, sekarang dapat nilai lima.


Diposting oleh maria di 21.54 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

10 Langkah Ngadepin Gosip

1.       Pasang senyummu kalo kamu mendengar gosip tentang dirimu, bagaimanapun seremnya gosip itu. Pertahankan senyummu sampai gosip berlalu.
2.       Hadapi gosip dengan hati terbuka serta pikiran yang jernih. Jangan panik, sebab gosip bukan makhluk asing yang menakutkan.
3.       Kontrol dirimu agar tidak membusungkan dada karena digosipkan. Seleb aja sebagian menciutkan dadanya jika dijadikan bahan gosip. Apalagi kamu…
4.       Hentikan usahamu mencari orang yang menjadi sumber gosip. Kamu tidak akan dapat menemukan dengan mudah. Ibaratnya kamu mencari jarum di tumpukan jerami.
5.       Jangan berkampanye menentang gosip. Ingat, kamu bukan politikus yang sedang memperebutkan kedudukan. Lebih baik kamu simpan tenaga dan pikiranmu untuk hal-hal posistif.
6.       Berikan penjelasan yang gamblang dan jujur kepada orang-orang di sekitarmu. Penjelsanmu itu berguna sebagai tameng ampuh melawan gosip. Sekaligus menunjukkan ketegaran pribadimu menghadapi gosip.
7.       Diskusikan dengan teman. Saran-saran mereka patut kamu perhatikan. Juga mereka ikhlas kau jadikan tumpahan kekesalanmu karena digosipkan.
8.       Kontrol lidahmu agar tidak membaut orang menyebarkan gosip baru. Kalo perlu bersumpahlah, seumur hidup kamu tidak gosip-gosipan.
9.       Ingatlah, gosip akan sirna dengan berjalannya waktu. Pegang semboyan ini: “Tiada hujan yang tak reda, tiada gosip yang tak sirna.” Catat di keningmu agar kamu tidak lupa selamanya.
10.   Bisikan doamu yang tulus kepada-Nya, kamu butuh bantuan-Nya untuk menghadapi gosip itu.
(majalah MOP)

Diposting oleh maria di 00.14 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Mengusir BETE di Kelas

  1. Saat pelajaran akan segera dimulai sebaiknya mencuci muka terlebih dahulu agar wajah terasa fresh dan nggak ngantuk.
  2. Berdoa dengan khidmat sebelum belajar.
  3. Kunyah permen karet. Selain untuk senam muka yang bisa dijadikan obat pengusir kantuk, menurut penilitian permen karet juga bisa membuat otak kita menjadi cerdas dan smart lho.
  4. Mengetahui terlebih dahulu materi yang akan dibahas oleh guru dengan cara membaca buku panduan secara teliti.
  5. Agar kita tahu lebih jelas tentang materi itu sebaiknya siapkan pertanyaan kepada guru yang menerangkan materi tersebut.
  6. Selanjutnya kemukakan pertanyaan kamu dengan suara yang keras dan jelas. Biar semua murid dengar, murid yang ngantuk jadi melek, yang cuek mau nggak mau kan jadi memperhatikan.
  7. Kalau mengajar guru tidak menarik dan membosankan, kamu bisa member saran dan kritik yang positif untuk guru. Saran dan kritik tersebut tentunya disampaikan dengan cara yang etis dan sopan, agar guru tersebut tidak tersinggung.
  8. Nah, yang terakhir silaturahmi dengan guru agar menambah keakraban. (majalah MOP)



Diposting oleh maria di 00.00 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Selasa, 01 November 2011
In: tawa-tiwi

Jono dan Lono

Suatu hari Jono dan Lono sedang berbincang-bincang . Dan mereka membanding-bandingkan tentang banyak hal.
Jono  : Lon, tau nggak, rumahku lebih besar dan megah dari rumahmu.
Lono : Biarin, yang penting gak pernah kebobolan maling kayak rumahmu.
Jono  : lLon, tau nggak ayahku lebih tampan daripada ayahmu.
Lono : Biarin, yang penting bukan tukang korupsi kayak ayahmu.
Jono  : Lon, tau nggak di rumahku nggak ada nyamuk kayak di rumahmu.
Lono : Biarin, aku kan pecinta binatang.
Jono  : ?!?!?!
(majalah MOP) 

Diposting oleh maria di 01.11 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Gambir ooh Gambir

Di salah satu stasiun Andi sedang bercakap-cakap dengan seorang nenek yang akan bepergian.
Andi     : Selamat pagi nek.
Nenek  : Ya, selamat pagi. Siapa namau, Nak?
Andi     : Namaku Andi, nek.
Nenek  : Wah, nama yang bagus itu. Memangnya kamu kesini mau apa?
Andi     : Saya disini hanya mau menjemput saudaraku pulang kampung. Lalu nenek mau kemana?
Nenek  : Nenek ingin ke stasiun Gambir.
Andi     : lho, nenek kesana mau cari apa?
Nenek  : Ya saya mau turun di sana cari bus
Andi     : Apakah nenek tidak salah?
Nenek  :Lho, salah bagaimana?
Andi     : Biasanya gambir itu buat nginang kan nek, kok nenek malah mau cari bus
Nenek  : …?...?...?
(majalah MOP) 

Diposting oleh maria di 01.01 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kisah sang Gubernur dan Keponakan

Ketika Iyyadh bin Ghanam diangkat sebagai gubernur oleh Khalifah Umar bin Al-Khattab, datanglah lima orang sanak keluarganya untuk meminta disambungkan tali silaturahmi mereka. Beliaupun menyambut mereka dengan wajah ceria, melayani mereka dan menghormati mereka. Mereka semua tinggal dirumahnya berhari-hari.
Setelah itu mereka mengajaknya berbicara tentang hubungan mereka. Mereka juga mengabarkan berbagai kesulitan yang mereka dapatkan di perjalanan demi keinginan untuk menyambung tali silaturahmi dengan beliau. Dalam hati beliau memahami maksud mereka. Beliau lalu memberikan kepada mereka masing-masing sepuluh dinar. Namun ternyata mereka menolak, bahkan marah dan mencaci beliau.
Beliau lalu berkata, “Wahai keponakan-keponakanku, aku tidak mengingkari hubungan kekerabatan kalian denganku, hak kalian, serta kesulitan kalian di perjalanan. Akan tetapi demi Allah, aku hanya dapat memberikan apa yang kalian terima tadi, itupun dengan menjual budakku dan menjual semua barang yang tak begitu kubutuhkan. Maafkanlah aku.”
Mereka menjawab, “Demi Allah , Allah tidak akan memaafkanmu. Bukankah engkau telah memiliki separuh negeri Syam, tetapi engkau hanya memberi kami uang yang hanya cukup. Itu pun dengan susah payah untuk mengembalikan diri kami masing-masing ke tengah keluarga.”
Beliau balik bertanya, “Apakah kalian menginginkan aku untuk mencuri harta Allah? Demi Allah, bila aku digergaji hingga terbelah, itu lebih aku sukai daripada melakukan korupsi meski hanya sepeser, atau menggunakannya tidak pada tempatnya.”
Mereka menanggapi, “Baiklah, aku memaklumi itu, tapi berilah kami pekerjaan sehingga kami bisa melakukan seperti yang dilakukan orang lain, dan memperoleh gaji sebagaimana yang mereka peroleh.”
Beliau menjawab, “Demi Allah, aku mengetahui keutamaan dan kebaikan kalian. Tetapi bagaimana bila terdengar oleh khalifah Umar bahwa aku mempekerjakan orang-orang dari kerabatku sendiri, bukankah beliau akan mencela diriku?”
Mereka berkata, “Abu Ubaidah juga telah mempekerjakan dirimu, padahal antara engkau dengannya juga ada hubungan kekerabatan, ternyata Umar membolehkan. Bila engkau mempekerjakan kami, pasti beliau juga akan mengijinkan.”
Beliau menjawab, “Akan tetapi di mata Umar aku bukanlah seperti Abu Ubaidah.”
Akhirnya mereka pun pergi dengan kesal.
(majalah Akhlak) 

Diposting oleh maria di 00.49 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Medan vs Jawa Tengah

Pada suatu hari di terminal bus, seorang sopir bus yang berasal dari Medan istirahat di sebuah toko milik orang Jawa (penjaga).
Sopir     : Bu! Pesan esnya.
Penjaga : Sampun telas pak!
Sopir     : Nggak pake gelas juga nggak pa-pa.
Penjaga : Sampun boten wonten pak.
Sopir     : Nah! Nggak pake santen juga nggak pa-pa.
Penjaga : Wo…dasar wong edan.
Sopir     : Loh, ibu tahu juga kalo saya orang Medan.
Penjaga : ???!

(majalah MOP) 

Diposting oleh maria di 00.40 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama
Langganan: Komentar (Atom)
@ 2011 I'm blogger; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog