Senin, 26 September 2011
In:
celoteh
LUPA, dianggap bersalah atau dimaklumi kah?
LUPA, sesuatu yang tidak asing lagi bagi kita
LUPA, sesuatu yang sering terjadi di sekeliling kita
LUPA, sesuatu yang pernah kita alami
Bahkan LUPA dianggap banyak orang sebagai penyakit manusia
Tapi mengapa lupa sering menjadi pengalaman sial bagi banyak orang?
Banyak tuh kasus lupa yang terjadi. Misalnya, di lingkungan sekolahan. Seringkali dijumpai siswa yang lupa membawa buku pelajaran, lupa mengerjakan PR. Endingnya, mereka dimarahi guru bahkan diberi hukuman. Dihukum tidak boleh ikut pelajaran lah, berjemur di lapangan, sampai ada tuh yang disuruh ngepel. Ya kayak yang sering muncul di sinetron-sinetron itu.
Di lingkungan kantorpun sering kita jumpai kasus lupa. Misalnya, pegawai lupa membawa kertas kerjanya, lupa mengerjakan tugasnya. Dan endingnya nggak jauh dari kasus-kasus lupa kebanyakan, dimarahi bos.
Sebenarnya lupa itu gimana sih? Lupa itu kan terjadi bukan karena disengaja. Lupa juga terjadi bukan dari keinginan si empunya. Lupa terjadi begitu saja, seolah-olah itu takdir penderitanya. Lupa juga bisa dikatakan penyakit. Kan, banyak orang yang bersifat pelupa. Berarti dia sering dimarahi atau dihukum dong. Nah lo.
Sebenarnya lupa itu hal yang manusiawi. Akui saja semua orang pernah mengalaminya. Lupa terjadi diluar batas kemampuan manusia. Tapi tetap saja lupa terkadang tidak bisa diterima orang. Ya contohnya pegawai yang lupa mengerjakan tugas tadi, dimarahi bosnya.
jadi lupa dianggap bersalah atau dimaklumikah?
Saya kira setiap orang berhak unutk memberikan jawabannya. Silakan menjawab sesuai kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Loh, kok malah jadi doa bersama gini sih? Hehehe.....
LUPA, sesuatu yang sering terjadi di sekeliling kita
LUPA, sesuatu yang pernah kita alami
Bahkan LUPA dianggap banyak orang sebagai penyakit manusia
Tapi mengapa lupa sering menjadi pengalaman sial bagi banyak orang?
Banyak tuh kasus lupa yang terjadi. Misalnya, di lingkungan sekolahan. Seringkali dijumpai siswa yang lupa membawa buku pelajaran, lupa mengerjakan PR. Endingnya, mereka dimarahi guru bahkan diberi hukuman. Dihukum tidak boleh ikut pelajaran lah, berjemur di lapangan, sampai ada tuh yang disuruh ngepel. Ya kayak yang sering muncul di sinetron-sinetron itu.
Di lingkungan kantorpun sering kita jumpai kasus lupa. Misalnya, pegawai lupa membawa kertas kerjanya, lupa mengerjakan tugasnya. Dan endingnya nggak jauh dari kasus-kasus lupa kebanyakan, dimarahi bos.
Sebenarnya lupa itu gimana sih? Lupa itu kan terjadi bukan karena disengaja. Lupa juga terjadi bukan dari keinginan si empunya. Lupa terjadi begitu saja, seolah-olah itu takdir penderitanya. Lupa juga bisa dikatakan penyakit. Kan, banyak orang yang bersifat pelupa. Berarti dia sering dimarahi atau dihukum dong. Nah lo.
Sebenarnya lupa itu hal yang manusiawi. Akui saja semua orang pernah mengalaminya. Lupa terjadi diluar batas kemampuan manusia. Tapi tetap saja lupa terkadang tidak bisa diterima orang. Ya contohnya pegawai yang lupa mengerjakan tugas tadi, dimarahi bosnya.
jadi lupa dianggap bersalah atau dimaklumikah?
Saya kira setiap orang berhak unutk memberikan jawabannya. Silakan menjawab sesuai kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Loh, kok malah jadi doa bersama gini sih? Hehehe.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar