I'm blogger

Pages

  • Beranda

Label

  • alkisah (4)
  • aqidah Islam (3)
  • celoteh (3)
  • curhat (4)
  • KECANTIKAN (2)
  • KESEHATAN (6)
  • MOTIVASI (3)
  • remaja (4)
  • tawa-tiwi (8)

Blog Archive

  • ►  2013 (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (7)
    • ►  Desember (6)
    • ►  September (1)
  • ▼  2011 (26)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (16)
    • ▼  Oktober (6)
      • Indahnya Makan Bersama
      • Taubat Pembunuh 100 Nyawa
      • Menghilangkan Komedo
      • Orang Tua Tetap Harus Dihormati
      • Paku Amarah
      • Jadi Serba Salah dengan Orang Tua
    • ►  September (3)

About Me

Foto Saya
maria
anak perempuan terakhir di keluarganya, tenang, pendiam, suka mengalah, jaga pergaulan, memegang teguh iman dan takwa, akibatnya sedikit temannya
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

kotak kontak


ShoutMix chat widget

Arsip Blog

  • ►  2013 (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (7)
    • ►  Desember (6)
    • ►  September (1)
  • ▼  2011 (26)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (16)
    • ▼  Oktober (6)
      • Indahnya Makan Bersama
      • Taubat Pembunuh 100 Nyawa
      • Menghilangkan Komedo
      • Orang Tua Tetap Harus Dihormati
      • Paku Amarah
      • Jadi Serba Salah dengan Orang Tua
    • ►  September (3)

Free Blog Content

Followers

Selasa, 04 Oktober 2011
In: celoteh

Jadi Serba Salah dengan Orang Tua

Orang tua adalah dua orang yang sangat penting di kehidupan kita. Mereka yang menyebabkan kita ada di dunia ini. Sehingga kita patut menghormati mereka, bahkan dalam posisi apapun. Itulah kata-kata yang sangat sering kudengar dari orang-orang bijak. Iya, aku setuju. Sebagai anak, aku harus menghormati orang tua dalam keadaan apapun dan bagaimanapun orang tua kita. Karena itu sebagai bukti bahwa aku bukanlah anak durhaka. Tapi, orang tua tetaplah manusia. Mereka punya hawa dan nafsu yang bisa berubah sewaktu-waktu. jadi, kalo orang tua melakukan kesalahan apakah kita juga tetap harus menghormatinya? Apalagi kesalahan yang dibuat itu berkenaan dengan kita, bahkan merugikan kita. Contohnya orang tuaku, mereka sering melakukan hal yang membuatku marah, seperti meludah di sembarang tempat. Itu kan menjijikkan sekali. Terkadang aku membentak mereka, tapi terkadang aku diam saja. Tapi tetap aja dalam hati aku tuh njrundel banget. Istilah lainnya, aku tuh mangkel banget. Kayak nggak puas gitu kalo nggak bentak-bentak mereka. Sebagai anak yang bisa dikatakan cukup baik, aku juga masih suka pikir-pikir untuk marah sama orang tua. Tapi ya itu tadi, mangkel banget di hati. Aku sering dapat ceramah. kita harus menghormati orang tua dalam keadaan apapun, sekalipun mereka berbuat salah. Sebesar apapun kesalahan orang tua, mereka tetaplah ayah dan ibu kita. Jadi, seolah-olah perkataan si penceramah itu menegurku agar tidak marah dengan orang tua apalagi membentak-bentak. Iya, saat mendengar ceramah itu aku jadi sadar. Benar juga ya, Astaghfirullahal'adzim. Kataku dalam hati. Tapi nyampe di rumah dan ngliat ayah ato ibuku melakukan hal yang nggak aku senengin banget, kumat deh. Aku jadi marah-marah ama mereka. Aku jadi protes, kenapa sih ceramah-ceramah itu kebanyakan menegur anak yang suka marah sama ortu? Kenapa tidak ada ceramah yang menegur orang tua agar tidak semena-mena di rumah? Tidak ada ceramah yang membicarakan bagaimana bersikap yang baik sebagai orang tua? Tidak ada ceramah yang menyadarkan orang tua agar menghargai anak? Sebenarnya ini yang perlu direnungkan. Jangan hanya menyalahkan anak yang suka marah ama orang tua yang melakukan kesalahan aja, tapi juga sadarkan orang tua agar bisa meminimalisir kesalahan agar tidak memancing emosi anak. Anak kan juga manusia, punya hawa dan nafsu. Jadi sewaktu-waktu bisa marah-marah.

Diposting oleh maria di 23.26
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
@ 2011 I'm blogger; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog